dia...,
biasa saja,....
berambut pendek ( tapi sekarang pengin dipanjangkan, meski berkali2 aku berkata " bagusan pendek lho " ), suka badminton bhkan basket sama anak2nya, mulai meninggalkan jeans, mulai memakai sack dress ( dengan dalih inget umur ), kurang pandai memasak ( masak nasi aja sering gosong ato jadi bubur ), pemuja rice cooker sejati, senang memakai baju2 nyentrik, nggak bisa bangun pagi, suka memarahiku saat telat pulang
dan dia,...
suka memelukku saat aku tak bisa menangis, menyisir rambutku ketika harus buru2 ngejar bis pagi ke semarang dulu, menaikkan slimutku ketika aku tertidur, pemasak mie instan terenak di dunia, memberikan apapun ynag kuminta ( iya nggak sih ) meski nggak sak dek sak nyet, cheerleader setiaku, pejuang terhebat di mataku ( mbesarin 4 cwk yang smua complicated ), ngajarin aku suka mbaca,marain aku klo bandel sholat, pahanya adalah bantal ternyaman, sahabatku minum kopi saat hujan, menantiku denagan semangkuk sup hangat setiap aku balik, suka menelfonku untuk memastikan aku sudah makan, menemaniku berhari2 bergulat dgn virus kurangajar itu,mengharuskanku belajar boso kromo, yang pasti dia slalu menerimaku dalam keadaan apapun aku pulang.
dia orang biasa, ordinary woman, tapi dia extraordinary bagiku, my wonder woman
she`s my mom....
get well soon mom,
dont worry `bout me, i`m just fine,
No comments:
Post a Comment