nggak tahu,..
di kepalaku hanya sliweran2 slideshow,
aku gak pandai nulis ato bercerita,
rasanya seperti memakai sepatu kekecilan tapi kau dipaksa untuk terus berlari,
sepatunya sneaker, dah jebol sana sini, jalannya naik, menikung, kau tak bisa melihat finishnya,
t`shirtmu basah keringat, sweatermu tak sanggup melawan angin malam, kakimu lecet,
jalanan terasa sangat senyap , orang2 memilih duduk santai dirumah mereka, mengelilingi
perapian, bercanda, menikmati hidup.
kau berharap bisa sejenak seperti mereka, tapi kau tak bisa, keretamu segera berangkat, disana ada orang2 tercintamu, alasanmu hidup, jika kau tak berlari cepat, kau kehilangan hartamu yang paling berharga,
langit mulai mendung, memuntahkan jarumnya berjuta kerahmu, kau mengigil, demam, kram,
kau haanya bisa bernyanyi mengusir letih,berdoa, memohon waktu berbaik hati padamu untuk diam, sementara terkadang kau berucap sumpah serapah,
perasaan kecewa mulai menghinggapimu, mengapa hanya kau yg harus berlari, mengapa mereka tak mau menghampirimu, ato setidaknya bertemu di tengah2? ato berdirilah di garis finish, lambaikan tangan, atau berteiaklah memanggilmu , dan mungkin kau akan merasa lebih baik, semangatmu mungkin jauh lbh besar melebihi berkaleng2 yang coca cola janjikan.mengapa harus kau yang menempuh perjalanan ini,kau yang ringkih, kecil, rapuh seperti sayap kupu2 sekarat, kau tak yakin dapat menyelesaikan misimu.
tapi sejenak kau sadar, ini benar ato salah, ini adil ato tidak, kau harus berlari, perlahan kau sadar, jika bukan kau, siapa yg akan melakukan, mungkin inilah tujuan Tuhan mengijinkanmu nyata menjejak bumi, dan kau terus berlari, tak ada pikiran lain berlari dan berlari.